![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Para Panahan
Para Panahan adalah cabang olahraga adaptif yang diperuntukkan bagi atlet penyandang disabilitas fisik, dengan peraturan yang mengacu pada panahan konvensional namun disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing atlet. Kompetisi ini mencakup kategori berdiri, duduk, atau menggunakan kursi roda, dengan penggunaan alat bantu seperti stand busur atau penyangga tubuh bila diperlukan. Olahraga ini menuntut konsentrasi tinggi, ketenangan, ketepatan, dan kekuatan mental, menjadikannya salah satu cabang yang mengedepankan fokus dan pengendalian diri. Para Panahan tidak hanya menjadi ajang kompetisi internasional yang prestisius, seperti di Paralimpiade, tetapi juga sarana pengembangan pribadi dan pembuktian bahwa semangat juang tidak dibatasi oleh kondisi fisik.
Nomor Pertandingan- Recurve Open (70 m) Individual Elimination Round
- Recurve Open (70 m) Mix Team Elimination Round
- Compound Open (50 m) Individual Elimination Round
- Compound Open (50 m) Team Double Elimination Round
- Compound Open (50 m) Mix Team Elimination Round
- WI (50 m) Individual Elimination Round
- WI (50 m) Team Double Elimination Round
- WI (50 m) Mixed Team Elimination Round
- Standar Nasional (40 m)/Tradisional Individual Elimination Round
- Standar Nasional (40 m)/Tradisional Individual Elimination Round
- Standar Nasional (40 m)/Tradisional Team Double Elimination Round
- Recurve Open (70 m) Individual Elimination Round
- Recurve Open (70 m) Team Double Elimination Round
- Compound Open (50 m) Individual Elimination Round
- WI (50 m) Team Double Elmination Round
Para Renang
Para Renang adalah cabang olahraga adaptif yang diperuntukkan bagi atlet penyandang disabilitas fisik, intelektual, atau sensorik, dengan perlombaan yang mencakup berbagai gaya seperti gaya bebas, dada, punggung, dan kupu-kupu, serta nomor medley. Dengan sistem klasifikasi khusus berdasarkan jenis dan tingkat disabilitas, kompetisi ini dirancang untuk memastikan keadilan dan kesetaraan dalam bertanding. Para Renang menuntut kekuatan fisik, teknik pernapasan, daya tahan, dan koordinasi tubuh yang tinggi, menjadi salah satu cabang yang paling menantang dan menginspirasi. Para Renang juga menjadi sarana pemulihan, pengembangan diri, dan pembuktian bahwa semangat juang mampu mengatasi segala keterbatasan.
Nomor Pertandingan| 1. S4 PA 50m || 100m Gaya Bebas | 2. S4 PA 50m || 100m Gaya Dada |
| 3. S5 PA 50m || 100m || 200m Gaya Bebas | 4. S5 PA 50m || 100m Gaya Dada |
| 5. S5 PA 50m Gaya Kupu-Kupu | 6. S5 PA 50m Gaya Punggung |
| 7. S6 PA 50m || 100m || 200m Gaya Bebas | 8. S6 PA 50m || 100m Gaya Dada |
| 9. S6 PA 50m Gaya Kupu-Kupu | 10. S6 PA 50m Gaya Punggung |
| 11. S7 PA 50m || 100m Gaya Dada | 12. S7 PA 50m || 100m || 200m Gaya Bebas |
| 13. S7 PA 50m Gaya Kupu-Kupu | 14. S7 PA 50m Gaya Punggung |
| 15. S8 PA 50m || 100m Gaya Dada | 16. S8 PA 50m || 100m || 200m || 400m Gaya Bebas |
| 17. S8 PA 50m || 100m Gaya Kupu-Kupu | 18. S8 PA 50m || 100m Gaya Punggung |
| 19. S8 PA 200m Gaya Ganti | 20. S9 PA 50m || 100m || 200m || 400m Gaya Bebas |
| 21. S9 PA 50m || 100m Gaya Dada | 22. S9 PA 50m || 100m Gaya Kupu-Kupu |
| 23. S9 PA 50m || 100m Gaya Punggung | 24. S9 PA 200m Gaya Ganti |
Para Menembak
Para Menembak adalah cabang olahraga adaptif yang menguji ketepatan, konsentrasi, dan kendali diri, diperuntukkan bagi atlet penyandang disabilitas fisik yang bertanding dalam posisi duduk atau berdiri, tergantung pada klasifikasi masing-masing. Menggunakan senapan angin atau pistol dengan kaliber kecil, para atlet berkompetisi dalam berbagai kategori berdasarkan jenis senjata, jarak tembak, dan posisi menembak. Olahraga ini menuntut fokus mental yang tinggi, stabilitas tubuh, dan teknik pernapasan yang baik untuk mencapai akurasi maksimal. Para Menembak tidak hanya menjadi ajang kompetisi bergengsi di tingkat internasional seperti Paralimpiade, tetapi juga simbol bahwa keunggulan dan ketangguhan tidak bergantung pada kondisi fisik, melainkan pada ketekunan dan ketenangan dalam menghadapi tantangan.
Nomor Pertandingan- 10m Air Rifle Standing Men SH-1 (R1 Perorangan)
- 10m Air Pistol Men SH-1 (P1 Perorangan)
- 10m Air Rifle Standing Women SH-1 (R2 Perorangan)
- 10m Air Pistol Women SH-1 (P2 Perorangan)
- 10m Air Rifle Prone Mixed SH-1 (R3 Perorangan)
- 10m Air Rifle Standing Mixed SH-2 (R4 Perorangan)
- 10m Air Rifle Prone Mixed SH-2 (R5 Perorangan)
Para Bulu Tangkis
Para Bulu Tangkis adalah cabang olahraga adaptif yang diperuntukkan bagi atlet penyandang disabilitas fisik, dengan kompetisi yang mencakup kategori tunggal, ganda, dan ganda campuran dalam posisi berdiri maupun menggunakan kursi roda. Mengusung aturan yang serupa dengan bulu tangkis konvensional namun disesuaikan dengan klasifikasi disabilitas, olahraga ini menuntut kelincahan, kekuatan, refleks cepat, serta strategi permainan yang cermat. Para Bulu Tangkis menunjukkan keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih prestasi dan menginspirasi melalui semangat sportivitas & perjuangan.
Nomor Pertandingan- Kelas Elite Wheelchair 1 A 1 Tunggal Putra & 1 A 2 Tunggal Putri
- Kelas Elite Wheelchair 2 B 3 Tunggal Putra & 2 B 4 Tunggal Putri
- Kelas Elite Lower 3 C 5 Tunggal Putra & 3 C 6 Tunggal Putri
- Kelas Elite Lower 4 D 7 Tunggal Putra & 4 D 8 Tunggal Putri
- Kelas Elite Upper 5 E 9 Tunggal Putra & 5 E 10 Tunggal Putri
- Kelas Elite SS6 F 11 Tunggal Putra & F 12 Tunggal Putri
- Kelas Nasional Wheelchair 1 A 1 Tunggal Putra & 1 A 2 Tunggal Putri
- Kelas Nasional Wheelchair 2 B 3 Tunggal Putra & 2 B 4 Tunggal Putri
- Kelas Nasional Wheelchair 2 B 5 Ganda Putra & 2 B 6 Ganda Putri (WH 1 – WH 2)
- Kelas Nasional Lower 3 C 10 Ganda Putra (point 7 aSL3 – SL4) & 3 C 9 Tunggal Putri
- Kelas Nasional Lower 4 D 12 Tunggal Putra & 4 D 13 Tunggal Putri
- Kelas Nasional Upper 5 E 15 Tunggal Putra & 5 E 16 Tunggal Putri
- Kelas Nasional Upper 5 E 17 Ganda Putra
- Kelas Nasional SH6 F 20 Ganda Putra & F 21 Ganda Putri
- Kelas Nasional Hambatan Rungu dan Wicara G 23 Tunggal Putra
- Kelas Nasional Beregu Putra H 25 Tunggal Lower 3/4
- Kelas Nasional Beregu Putra H 25 Tunggal Upper 5 atau Lower 3/4
- Kelas Nasional Beregu Putra H 25 Ganda (Upper + Lower) atau (Lower + Lower)
- Kelas Nasional Beregu Putra H 25 Pemain tidak boleh merangkap
- Kelas Nasional Beregu Putra H 25 Dalam 1 Team Min 4 dan Maks 6 Pemain
Para Atletik
Para Atletik adalah cabang olahraga adaptif yang mencakup berbagai nomor lari, lompat, dan lempar yang diperuntukkan bagi atlet penyandang disabilitas fisik, intelektual, atau penglihatan. Dengan sistem klasifikasi yang ketat untuk memastikan keadilan kompetisi, para atlet bertanding sesuai dengan jenis dan tingkat disabilitas mereka, baik menggunakan kursi roda, prostetik, atau panduan bagi tunanetra. Olahraga ini menuntut kekuatan fisik, daya tahan, kecepatan, serta fokus mental tinggi, menjadikannya salah satu cabang paling dinamis dan inspiratif dalam ajang seperti Paralimpiade. Para Atletik juga menjadi simbol ketangguhan, dedikasi, dan semangat pantang menyerah dalam mengatasi batasan fisik.
Nomor Pertandingan| 1. Lari 100 M T11 | 2. Lari 100 M T12 | 3. Lari 100 M T36 |
| 4. Lari 100 M T37 | 5. Lari 100 M T38 | 6. Lari 100 M T42, T63 |
| 7. Lari 100 M T43 | 8. Lari 100 M T44, T64 | 9. Lari 100 M T45-46 |
| 10. Lari 100 M T47 | 11. Lari 100 M T52-53 | 12. Lari 100 M T54 |
| 13. Lari 200 M T11 | 14. Lari 200 M T12 | 15. Lari 200 M T13 |
| 16. Lari 200 M T36 | 17. Lari 200 M T37 | 18. Lari 200 M T38 |
| 19. Lari 200 M T44, T64 | 20. Lari 200 M T45-46-47 | 21. Lari 200 M T52-53 |
| 22. Lari 200 M T54 | 23. Lari 400 M T11 | 24. 00 M T12 |
| 25. Lari 400 M T13 | 26. Lari 400 M T20 | 27. Lari 400 M T36 |
| 28. Lari 400 M T37 | 29. Lari 400 M T38 | 30. Lari 400 M T42-44, T63-64 |
Para Catur
Para Catur adalah cabang olahraga adaptif yang diperuntukkan bagi atlet penyandang disabilitas fisik, sensorik, maupun intelektual, dengan aturan permainan yang sama seperti catur konvensional namun dilengkapi dengan penyesuaian aksesibilitas, seperti papan braille untuk tunanetra atau perangkat bantu bagi atlet dengan keterbatasan gerak. Olahraga ini menekankan kemampuan berpikir strategis, konsentrasi, dan ketahanan mental, menjadikannya wadah kompetisi yang adil dan menantang bagi siapa pun, tanpa memandang kondisi fisik. Para Catur merupakan simbol kecerdasan, kesetaraan, dan pemberdayaan, membuktikan bahwa kejernihan pikiran dan strategi tajam dapat melampaui batasan fisik.
Nomor Pertandingan| 1. Perorangan Catur Standard Tunadaksa | 2. Perorangan Catur Standard B1 |
| 3. Perorangan Catur Standard B2/3 | 4. Perorangan Catur Cepat Tunadaksa |
| 5. Perorangan Catur Cepat B1 | 6. Perorangan Catur Cepat B2/3 |
| 7. Beregu Catur Standard Tunadaksa | 8. Beregu Catur Standard B1 |
| 9. Beregu Catur Standard B2/3 | 10. Beregu Catur Cepat Tunadaksa |
| 11. Beregu Catur Cepat B1 | 12. Beregu Catur Cepat B2/3 |
| 13. Perorangan Catur Standard Tunadaksa | 14. Perorangan Catur Standard B1 |
| 15. Perorangan Catur Standard B2/3 | 16. Perorangan Catur Cepat Tunadaksa |
| 17. Perorangan Catur Cepat B1 | 18. Perorangan Catur Cepat B2/3 |
| 19. Beregu Catur Standard Tunadaksa | 20. Beregu Catur Standard B1 |
| 21. Beregu Catur Standard B2/3 | 22. Beregu Catur Cepat Tunadaksa |
| 23. Beregu Catur Cepat B1 | 24. Beregu Catur Cepat B2/3 |
Anggar Kursi Roda
Anggar Kursi Roda adalah cabang olahraga adaptif yang ditujukan bagi atlet penyandang disabilitas fisik, terutama yang mengalami gangguan pada anggota gerak bawah. Dalam pertandingan ini, atlet duduk di kursi roda yang dipasang secara tetap di arena, sehingga fokus utama adalah pada keterampilan tangan, kecepatan reaksi, dan strategi serangan serta pertahanan. Dengan tiga jenis senjata yang digunakan—foil, epee, dan sabre—olahraga ini mempertahankan elemen teknis dan intensitas dari anggar konvensional. Anggar Kursi Roda bukan hanya ajang kompetisi bergengsi di tingkat internasional seperti Paralimpiade, tetapi juga simbol ketangguhan dan ketepatan, membuktikan bahwa semangat bertarung tidak dibatasi oleh kondisi fisik.
Nomor Pertandingan| 1. Men’s Foil Individual Category A | 2. Men’s Foil Individual Category B |
| 3. Men’s Foil Team | 4. Men’s Epee Individual Category A |
| 5. Men’s Epee Individual Category B | 6. Men’s Epee Team |
| 7. Men’s Sabre Individual Category A | 8. Men’s Sabre Individual Category B |
| 9. Men’s Sabre Team | 10. Women’s Foil Individual Category A |
| 11. Women’s Foil Individual Category B | 12. Women’s Foil Team |
| 13. Women’s Epee Individual Category A | 14. Women’s Epee Individual Category B |
| 15. Women’s Epee Team | 16. Women’s Sabre Individual Category A |
| 17. Women’s Sabre Individual Category B | 18. Women’s Sabre Team |
Para Taekwondo
Para Taekwondo adalah olahraga bela diri adaptif yang diperuntukkan bagi atlet penyandang disabilitas, yang mempertandingkan teknik-teknik khas taekwondo seperti tendangan, pukulan, dan pertahanan diri dalam format yang disesuaikan. Terdiri dari dua disiplin utama, yakni Kyorugi (pertarungan) untuk atlet dengan disabilitas tungkai dan Poomsae (rangkaian jurus) untuk berbagai jenis disabilitas fisik dan intelektual, Para Taekwondo menekankan ketepatan gerak, kekuatan mental, dan disiplin tinggi. Dengan dukungan klasifikasi yang adil dan peraturan khusus, olahraga ini tidak hanya menjadi sarana kompetisi internasional, tetapi juga alat pemberdayaan diri, peningkatan kepercayaan diri, dan promosi inklusi dalam dunia bela diri.
Nomor Pertandingan| 1. Compound Open (50 m) Team Double Elimination Round | 2. K41 Men’s Category -58 Kg |
| 3. K41 Men’s Category -63 Kg | 4. K41 Men’s Category -70 Kg |
| 5. K41 Men’s Category -80 Kg | 6. K41 Men’s Category +80 Kg |
| 7. K44 Men’s Category -58 Kg | 8. K44 Men’s Category -63 Kg |
| 9. K44 Men’s Category -70 Kg | 10. K44 Men’s Category -80 Kg |
| 11. K44 Men’s Category +80 Kg | 12. K41 Women’s Category -47 Kg |
| 13. K41 Women’s Category -52 Kg | 14. K41 Women’s Category -57 Kg |
| 15. K41 Women’s Category -65 Kg | 16. K41 Women’s Category +65 Kg |
| 17. K44 Women’s Category -47 Kg | 18. K44 Women’s Category -52 Kg |
| 19. K44 Women’s Category -57 Kg | 20. K44 Women’s Category -65 Kg |
| 21. K44 Women’s Category +65 Kg |
Para Angkat Berat
Para Angkat Berat adalah cabang olahraga adaptif yang mempertandingkan kekuatan maksimal atlet penyandang disabilitas, khususnya mereka dengan gangguan pada anggota gerak bawah. Dalam kompetisi ini, atlet berbaring di bangku datar dan melakukan angkatan bench press untuk mengangkat beban seberat mungkin dalam satu gerakan yang sah. Olahraga ini menuntut kekuatan otot, teknik yang tepat, serta konsistensi dan fokus mental yang tinggi. Para Angkat Berat menjadi pembuktian luar biasa bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi kemampuan untuk menunjukkan kekuatan, keberanian, dan tekad, serta menjadi bagian penting dalam Paralimpiade dan berbagai kejuaraan dunia.
Nomor Pertandingan| 1. Kelas Nasional SH6 F 18 Tunggal Putra | 2. Sampai dengan 49 kg → sampai dengan 49,00 kg |
| 3. Sampai dengan 54 kg → 49,01 kg – 54,00 kg | 4. Sampai dengan 59 kg → 54,01 kg – 59,00 kg |
| 5. Sampai dengan 65 kg → 59,01 kg – 65,00 kg | 6. Sampai dengan 72 kg → 65,01 kg – 72,00 kg |
| 7. Sampai dengan 80 kg → 72,01 kg – 80,00 kg | 8. Sampai dengan 88 kg → 80,01 kg – 88,00 kg |
| 9. Sampai dengan 97 kg → 88,01 kg – 97,00 kg | 10. Sampai dengan 107 kg → 97,01 kg – 107,00 kg |
| 11. Di atas 107 kg → mulai dari 107,01 kg ke atas | 12. Sampai dengan 41 kg → sampai dengan 41,00 kg |
| 13. Sampai dengan 45 kg → 41,01 kg – 45,00 kg | 14. Sampai dengan 50 kg → 45,01 kg – 50,00 kg |
| 15. Sampai dengan 55 kg → 50,01 kg – 55,00 kg | 16. Sampai dengan 61 kg → 55,01 kg – 61,00 kg |
| 17. Sampai dengan 67 kg → 61,01 kg – 67,00 kg | 18. Sampai dengan 73 kg → 67,01 kg – 73,00 kg |
| 19. Sampai dengan 79 kg → 73,01 kg – 79,00 kg | 20. Sampai dengan 86 kg → 79,01 kg – 86,00 kg |
| 21. Di atas 86 kg → mulai dari 86,01 kg ke atas |
Judo Tuna Netra
Judo Tunanetra adalah cabang olahraga bela diri adaptif yang dirancang khusus bagi atlet penyandang disabilitas penglihatan, dengan aturan yang sebagian besar mengikuti judo konvensional namun disesuaikan untuk memastikan kesetaraan dan keselamatan. Pertandingan dimulai dengan kedua atlet dalam posisi saling memegang gi (seragam judo) untuk menghilangkan ketergantungan pada penglihatan dan menekankan sensitivitas sentuhan serta keseimbangan. Olahraga ini mengandalkan kekuatan, teknik lemparan, serta kemampuan membaca gerakan lawan melalui kontak fisik. Judo Tunanetra tidak hanya menjadi ajang kompetisi resmi di Paralimpiade, tetapi juga media pemberdayaan yang menumbuhkan kepercayaan diri, disiplin, dan semangat juang yang tinggi dalam menghadapi tantangan hidup.
Nomor Pertandingan| 1. Putra J1 -60 KG | 2. Putra J1 60 – 73 KG | 3. Putra J1 73 – 90 KG |
| 4. Putra J1 +90 KG | 5. Putra J2 -60 KG | 6. Putra J2 60 – 73 KG |
| 7. Putra J2 73 – 90 KG | 8. Putra J2 +90 KG | 9. Putri J1 -48 KG |
| 10. Putri J1 48 – 57 KG | 11. Putri J1 57 – 70 KG | 12. Putri J1 +70 KG |
| 13. Putri J2 -48 KG | 14. Putri J2 48 – 57 KG | 15. Putri J2 57 – 70 KG |
| 16. Putri J2 +70 KG | 17. S14 PI 400m Gaya Bebas |
Boccia
Boccia adalah cabang olahraga adaptif yang dirancang khusus untuk atlet penyandang disabilitas berat, seperti cerebral palsy atau gangguan neuromuskular lainnya, yang memengaruhi kontrol motorik dan mobilitas. Permainan ini menguji ketepatan dan strategi, di mana atlet melempar, menendang, atau menggunakan alat bantu untuk mengarahkan bola sedekat mungkin ke bola sasaran (jack ball) di lapangan indoor. Boccia dapat dimainkan secara individu, berpasangan, atau beregu, dengan klasifikasi khusus untuk memastikan keadilan dalam kompetisi. Sebagai salah satu dari sedikit olahraga yang tidak memiliki versi non-disabilitas, Boccia menonjolkan inklusi sejati dan menjadi simbol kekuatan mental, fokus, dan semangat juang tinggi dalam menghadapi keterbatasan fisik ekstrem.
Nomor Pertandingan| 1. Kelas Nasional Lower 3 C 8 Tunggal Putra | 2. Individual Male BC1 |
| 3. Individual Male BC2 | 4. Individual Male BC3 |
| 5. Individual Male BC4 | 6. Individual Male BC5 |
| 7. Individual Female BC1 | 8. Individual Female BC2 |
| 9. Individual Female BC4 | 10. Individual Female BC5 |
| 11. Mixed Pairs BC1 | 12. Mixed Pairs BC2 |
| 13. Mixed Pairs BC3 | 14. Mixed Pairs BC4 |
| 15. Mixed Pairs BC5 |
Para Ten-pin Bowling
Para Ten-pin Bowling adalah cabang olahraga adaptif yang dimainkan oleh atlet penyandang disabilitas, baik fisik maupun sensorik, dengan mengikuti aturan dasar bowling konvensional namun disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing atlet. Mengandalkan ketepatan, konsistensi, dan teknik lemparan, olahraga ini dapat dimainkan oleh individu dengan kursi roda, prostetik, atau alat bantu lainnya, serta melibatkan kelas-kelas berdasarkan jenis dan tingkat disabilitas. Para Ten-pin Bowling tidak hanya menekankan aspek kompetitif, tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan diri, kemandirian, dan integrasi sosial para atletnya. Melalui semangat sportivitas dan inklusi, olahraga ini membuktikan bahwa kemampuan dan semangat juang lebih penting daripada keterbatasan fisik.
Nomor Pertandingan
| 1. Lari 200 M T42-43, T63 | 2. Track Individual Pursuit-IP 4000 M (MC4) |
| 3. Single Putra & Putri TPB 1, 2, 3, 4 | 4. Single Putra & Putri TPB 8, 9, 10 |
| 5. Double Putra TPB 1 + TPB 1 | 6. Double Putra TPB 2 + TPB 2 |
| 7. Double Putra TPB 3 + TPB 3 | 8. Double Putra TPB 4 + TPB 4 |
| 9. Double Putra & Putri TPB 8 + TPB 8 | 10. Double Putra TPB 9 + TPB 9 |
| 11. Double Putra TPB 10 + TPB 10 | 12. Trio TPB 8 + TPB 8 + TPB 8 |
| 13. Trio TPB 9 + TPB 9 + TPB 9 | 14. Trios Mixed TPB1 + TPB 1/2 + TPB 2/3 or <= 6 Points |
| 15. Trio TPB 10 + TPB 10 + TPB 10 | 16. Trios Mixed TPB8 + TPB 8/9 + TPB9/10 or <= 27 Points |
| 17. All Events Putra & Putri TPB1,2,3,4 | 18. All Events Putra & Putri TPB8, 9, 10 |
Tenis Kursi Roda
Tenis Kursi Roda adalah olahraga adaptif yang mengikuti aturan tenis konvensional dengan sedikit modifikasi, terutama dalam hal bola yang diperbolehkan memantul dua kali sebelum dikembalikan. Olahraga ini dimainkan oleh atlet penyandang disabilitas pada anggota gerak bawah, baik dalam kategori tunggal maupun ganda, menggunakan kursi roda khusus yang dirancang untuk kelincahan dan stabilitas di lapangan. Tenis Kursi Roda menuntut kombinasi kekuatan, kelincahan, teknik pukulan yang presisi, serta strategi permainan yang cermat. Selain menjadi bagian dari ajang internasional seperti Paralimpiade dan Grand Slam, olahraga ini juga menjadi wujud nyata dari inklusi, kemandirian, dan semangat juang tinggi dalam meraih prestasi tanpa batas.
Nomor Pertandingan- Tunggal Putera
- Tunggal Puteri
- Tunggal Quad
- Ganda Putera
- Ganda Puteri
- Ganda Quad
Para Tenis Meja
Para Tenis Meja adalah cabang olahraga adaptif yang dimainkan oleh atlet penyandang disabilitas, baik fisik maupun intelektual, dengan aturan yang sebagian besar mengikuti tenis meja konvensional namun disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan atlet. Pertandingan dapat dimainkan dalam posisi duduk (menggunakan kursi roda) atau berdiri, tergantung pada klasifikasi disabilitas masing-masing pemain. Olahraga ini menuntut refleks cepat, koordinasi tangan-mata yang tajam, serta strategi permainan yang cermat. Selain sebagai ajang kompetisi, Para Tenis Meja juga berperan penting dalam proses rehabilitasi, pengembangan diri, dan integrasi sosial para atlet, membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak mengurangi semangat juang dan prestasi di bidang olahraga.
Nomor Pertandingan| 1. WI (50 m) Individual Elimination Round | 2. Kategori Tunggal Putra Elite Kelas 1-11 |
| 3. Kategori Tunggal Putra Tuna Netra/TN | 4. Kategori Tunggal Putra TRW |
| 5. Tunggal Putri Elite Kelas 1-11 | 6. Kategori Tunggal Putri Tuna Netra/TN |
| 7. Kategori Tunggal Putri TRW | 8. Kategori Tunggal Putra Nasional Kelas 1-11 |
| 9. Kategori Tunggal Putri Nasional Kelas 1-11 | 10. Kategori Ganda Putra Nasional Kelas 8 |
| 11. Kategori Ganda Putra Nasional Kelas 14 | 12. Kategori Ganda Putra Nasional Kelas 18 |
| 13. Kategori Ganda Putri Nasional Kelas 10 | 14. Kategori Ganda Putri Nasional Kelas 14 |
| 15. Kategori Ganda Putri Nasional Kelas 20 | 16. Kategori Ganda Campuran Nasional Kelas 7 |
| 17. Kategori Ganda Campuran Nasional Kelas 10 | 18. Kategori Ganda Campuran Nasional Kelas 14 |
| 19. Kategori Ganda Campuran Nasional Kelas 17 | 20. Kategori Ganda Campuran Nasional Kelas 20 |
| 21. All Events Putri TPB10 |















